Hanya Mengetes Saja
Sebenarnya tulisan ini hasil dari tugas saya di kelas XI. Tiba-tiba ingin di- posting aja hehe... sambil cek masih bisa enggak ya masuk akun blogger saya. Untuk engaku anak perempuan si pemberani. Untuk engkau anak perempuan yang tangguh. Untuk engkau anak perempuan yang menopang segalanya di pundakmu. Aku tahu semua itu berat, tapi ada kalanya untuk dihempaskan saja. Aku tahu itu tak semudah yang dibayangkan, tetapi ada kalanya lihatlah sekelilingmu, masih ada orang yang menyayangimu dengan sepatuh jiwanya. Untuk ayah yang selalu tak kenal lelah. Untuk ayah yang selalu menyayangi anak perempuannya. Untuk ayah, terima kasih. Selamat membaca Mentari Sang Ayah Hujan turun, membasahi seluruh kota. Aku berada di halte depan sekolah, menatapi langit kelabu yang menyambar pertirnya. Pohon-pohon bergoyang kencang, beberapa daunnya terjatuh di atas tanah basah. Kujulur tanganku sampai terkena air hujan, dingin rasanya. “Ayah kok lama banget sih?” Kulihat ...