Merancang Kerangka Novel
Tugas Bahasa Indonesia
Merancang Kerangka Novel
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas B. Indonesia
Disusun oleh:
Nama: Dhia Najmi Permana (08)
Kelas: XII MIPA 9
1.
Tema
Petualangan
fantasi
2.
Menentukan judul
The
World of Magic ‘Yahsar’
3.
Menentukan tokoh & perwatakan
a. Tokoh
protagonis
1) Reina
Seorang gadis remaja
kelas dua SMA. Ia memiliki sifat tangguh, pemberani, dan pantang menyerah. Reina
memiliki Rambut sepundak dan mata coklat bersinar. Reina ditakdirkan sebagai
dewi penyelamat Negeri Yahsyar dari kejahatan Raja Abra.
2) Dodi
Sahabat Reina. Ia ikut
bersama Reina terjebak di Negeri Yahsar dan ikut berpetualang bersamanya. Memiliki
sifat yang pemalu, penakut, namun setia. Memiliki tubuh tinggi di atas
rata-rata, tetapi ia sering membungkukkan badannya.
3) Evan/Putih
(Pangeran pertama Pangeran Yahsar)
Seorang pangeran dari Negeri
Yahsar, anak pertama Ratu Iriana, calon putra mahkota. Memiliki wajah yang
rupawan, namun masih kakah dengan adiknya Niver. Memiliki rasa suka pada sang
penyelamatnya, Reina. Namun, ia justru tidak menempati janjinya untuk bertemu
kembali dengan Reina.
4) Niver
(Pangeran kedua Pangeran Yahsyar)
Niver memiliki sifat yang
tangguh, pecaya diri, dan pendiam. Memiliki wajah yang sangat tampan, namun setelah
sempat kalah dari Raja Abra ia dikutuk dan mengasingkan diri di Kastil Naga.
5) Ratu
Iriana (Ratu Negeri Yahsyar)
Baik hati, namun ia sempat
putus asak arena pernah kalah dari Raja Abra. Tetapi setelah ia bertemu dengan
anak-anaknya kembali dan bertemu dewi penyelamat ia kembali bersemangat. Memiliki
kekuatan rahasia yaitu air mata kristal.
6) Master
Joe
Pemimpin kastil para
ilmuan, penguasa wilayah timur. Pintar, tangguh, dan suka membantu.
b. Tokoh
antagonis
1) Raja
Abra
Raja dari Kerajaan Kegelapan,
penguasa wilayah selatan. Menjadi serakah karena dihasut oleh anaknya Medeia.
Memiliki perawakan besar dan pakaian serba hitam.
2) Medeia
Putri Raja Abra, dalang
dari seluruh rencana pasukan kegelapan. Memiliki kekuatan sihir terkuat di Negeri
Yahsyar. Tidak ikut masuk ke air mata kristal, ia berhasil kabur ke dunia nyata
bersama naganya.
c. Tokoh
tritagonist
1) Penyihir
Tinggal di pondok kecil
di perbatasan hutan. Suka mencuri kekuatan sihir.
2) Suku
Albanian
Penguasa wilayah barat,
memiliki rupa seperti Suku Indian di dunia nyata. Menyerang menggunakan batu. Awalnya
menculik Reina, namun setelha dilumpuhkan akhirnya bersatu dengan pasukan Ratu
Iriana.
4.
Menentukan alur
Maju,
yakni menceritakan tokoh utama, Reina, bersama teman sekelasnya, Dodi yang tak
sengaja menemukan sebuah cermin aneh tanpa bayangan di suatu pondok tua. Mereka
terhisap ke dalam cermin aneh itu maka dimulailah petualang Reina dan Dodi
untuk mencari jalan pulang.
5. Menentukan
latar (Setting)
a. Latar
tempat
1) Hutan
Hutan
tempat Reina dan Dodi melakukan gerak jalan pagi.
2) Pondok
tua
Tempat
beristirahat Reina dan Dodi saat lelah ditetang gerak jalan pagi.
3) Hutan
Jingga
Tempat
Reina dan Dodi terbengun setelah terhisap ke dalam cermin aneh. Tempat tinggal
para suku Abanian, penguasa wilayah Timur yang memilih untuk netral
4) Hutan
hitam
Tempat
segala kegelapan dunia berasal.
5) Danau
Kristal
Danau
yang menghubungkan Negeri Yahsyar dengan dunia nyata.
6) Kastil
Kristal
Tempat
Ratu Iriana bersembunyi. Dari luar penampilannya begitu indah, seluruh temboknya
dihiasi kristal, namun sayangnya Ratu Iriana tidak mengurus dengan baik tempat
tersebut.
7) Kastil
Naga
Tempat
Pangeran Niver mengasingkan diri.
8) Kastil
Kegelapan
Markas
Pasukan Kegelapan yang dipimpin Raja Abra.
9) Rumah
nenek sihir
Berada
di perbatasan hutan.
10) Negeri
Yahsyar
Dunia
sihir yang terhubung dari cermin tanpa bayang.
11) Restoran
Tempat
Reina, Dodi, dan Pangeran Evan bertemu kembali di dunia nyata.
12) Dermaga
Tempat
Reina dan Pangeran Evan berpisah dan tempat Reina menunggu hingga akhir
hayatnya.
b. Latar
waktu
1) Pagi
hari, Tepat saat Reina dan Dodi sedang gerak jalan dan kemudian tak sengaja
menemukan cermin aneh di sebuah pondok tua.
2) Matahari
belum menampakan dirinya (dini hari), saat Reina dan Dodi memulai
petualangannya mencari Ratu Iriana.
3) Malam
bulan baru, malam tepat pasukan utara, timur, dan barat menyerang wilayah kegelapan
4) Empat
bulan berlalu, waktu Reina dan Dodi kembali setelah petualangan di Negeri
Yahsyar.
c. Latar
suasana
1) Bingung,
saat Reina dan Dodi terjebak ke dalam cermin aneh.
2) Takut,
ketika Reina dan Dodi bertemu penyihir di perbatasan hutan.
3) Haru,
ketika Ratu Iriana bertemu kembali dengan anak-anaknya.
4) Bahagia,
ketika pesta di kastil para ilmuan.
5) Sedih,
ketika kehilangan Master Joe, Pangeran Niver, dan Dodi.
6. Menentukan
amanat
·
Dunia penuh dengan misteri, petualangan
selalu terjadi di kehidupan. Segala masalah akan lebih ringan jika bersama
sahabat terbaik. Ada kalanya engkau akan merasa terpuruk karena suatu
kegagalan, tetapi jangan lupa untuk bangkit dan berjuang kembali.
·
Keserakahan akan kekuasaan akan hanya membuatmu
menyakiti orang lain, dan dirimu sendiri.
·
Pertemuan dan perpisahan akan selalu
terjadi, kita perlu menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dengan orang yang
tersayang dan mengiklaskannya ketika ia pergi, Jangan berjanji apabila tidak
bisa ditepati karena bisa jadi janjimu sangat berharga bagi orang lain.
7. Membuat
ringkasan gambaran novel
Ø Abstrak
Bab
I
Reina
adalah seorang remaja perempuan yang sedang duduk di kelas dua SMA. Dia memliki
teman sekelas yang selalu bersamanya, bernama Dodi. Suatu pagi saat acara kemah
bulanan sekolah mereka menemukan sebuah pondok tua saat sedang gerak jalan
pagi. Mereka yang sedang lelah selama perjalananan memutuskan untuk
beristirahat di pondok tua itu.
Dodi
akhirnya memberanikan diri untuk masuk. Namun, ia menekukan sebuah cermin tua,
tak menampakan bayangan mereka di dalam cermin tersebut. Hal itu membuat Dodi
terkejut, sontak ia memanggil nama Reina. Mereka yang melihat hal itu terheran,
kemudian memberanikan diri untuk menyuntuh cermin tersebut.
“Petualangan
dimulai, ini adalah akhir dari penderitaan. Selamatkan mereka dan hukum yang
bersalah.” Sebuah tulisan yang muncul di dalam cermin aneh.
Ø Orientasi
Bab II
Reina dan Dodi
terbangun di suatu tempat yang aneh, mereka masih di dalam hutan namun
langitnya berwarna merah agak jingga. Ini bukan seperti sore hari, tapi
langitnya bernar-benar merah jingga. Jam tangan milik Dodi mati, mereka tak
tahu ini pukul berapa.
Tiba-tiba meraka
diserang dengan batu sekumpulan orang yang mirip dengan suku Indian di dunia
nyata. Mereka menghujani Reina dan Dodi dengan batu kerikil yang begitu banyak.
Sontak Reina dan Dodi berlari sembari memegangi kepalanya. Menjauh dari hutan
langit jingga, mereka sampai di tempat yang lebih seram dari sebelumnya. Mereka
tahu ini masih di hutan, namun berbeda, semua terasa gelap, hawanya begitu
menakutkan.
Mereka terus
menyusuri jalan, berharap segera keluar dari tempat gelap itu. Dari kejauhan
mereka melihat kastil yang begitu besar namun suram. Kastil itu dipenuhi dengan
aura kegelapan, dengan elang hitam sebagai penjaganya, diketahui bahwa kastil
tersebut bernama Kastil Kegelapan milik Raja Abra, si penguasa Selatan.
Reina dan Dodi
masuk ke kastil tersebut, mereka tak sengaja mendengarkan percakapan para
pasukan kegelapan yang sedang beristirahat. Pasukan kegelapan kemudian
memergoki mereka, Reina dan Dodi kabur dengan sekuat tenaga.
Tiba-tiba muncul
ilmuan Timur yang sedang lewat, mereka membantu menyelamatkan reina dan Dodi
dari kejaran pasukan Raja Abra. Akhirnya pasukan Raja Abra memutuskan untuk
pergi.
Ø Menuju
Konflik
Bab III
Setelah Reina dan
Dodi diselamatkan dari pasukan Raja Abra oleh sekumpulan ilmuan Timur, mereka
memilih untuk mengikuti dan beristirahat di tempat mereka. Master Joe, pemimpin
para ilmuan Timur, memberi tahu satu-satunya jalan untuk Reina dan Dodi pulang
adalah dengan mengalahkan Raja Abra dan menyatukan kembali empat kerajaan.
“Jika ini sebuah
mimpi, aku ingin segera terbangun di atas kasurku,” penggalan ucapan yang
dikatakan reina karena beban yang ditanggungnya untuk kembali pulang begitu
berat.
Sebelum Raja Abra
menjadi serakah, di Negeri Yahsyar semua penduduknya hidup dengan damai. Namun,
atas ambisi raja Abra untuk menguasai Negeri Yahsar justru memecah belah Negeri
Yahsyar menjadi empat kubu. Kubu selatan dikuasai Raja Abra, utara dikuasai
Ratu Iriana, barat dikuasai Suku Albanian, dan timur dikuasai para ilmuan.
Reina perlu
meminta bantuan Ratu Iriana untuk mengalahkan Raja Abra karena sebelumnya ia
adalah penguasa Negeri Yahsyar. Akhirnya Reina dan Dodi akan pergi ke Kastil
Kristal di wilayah utara, tempat Ratu Iriana berada, tetapi harus melawati
perbatasan perbatasan tempat para penyihir jahat bersembunyi.
Master Joe memberi
bekal sekotak kartu remi kepada mereka, sebagai alat perlawanan kepada penyihir
di perbatasan dan meminta Reina dan Dodi untuk menemukan mutiara kekuatan milik
ilmuan yang dicuri oleh penyihir.
Petualangan Reina
dan Dodi dimulai, mereka berangkat saat matahari belum menampakkan dirinya,
hewan-hewan masih tertidur lelap, dan embun pagi masih terasa dingin, ini waktu
yang tepat untuk pergi ke perbatasan hutan karena penyirir belum beraktivitas
pada waktu ini.
Di pertengahan
jalan Reina dan Dodi beristirahat disuatu pondok, ternyata pondok itu merupakan
rumah penyihir. Pada kesempatan itu mereka mengambil kembali mutiara kekuatan
milik ilmuan timur. Hal ini diketahui oleh penyihir, Reina dan Dodi dikejar
oleh penyihir. Mereka melawan menggunakan kartu remi yang diberikan oleh Master
Joe, namun kartu Ajaib tersebut habis membuat kaki kiri Dodi terluka
diakibatkan sihir penyihir,
Kemudian datang
seekor burung hantu, bernama Putih, membantu Reina dan Dodi dari kejaran
penyihir, akhirnya penyihir memilih untuk pergi. Setelah itu Putih membantu
Reina dan Dodi untuk ke Kastil Kristal.
Bab IV
Sampai di Katil
Kristal milik Ratu Iriana, penguasa negeri bagian utara. Sunyi sepi, Kastil
Kristal yang hanya indah di depannya saja tidak sesuai dengan dalamnya, kotor
tak terawat. Ratu Iriana bersedia membantu Reina dan Dodi, dengan syarat mereka
mempertemukannya kembali dengan kedua anaknya, yaitu Pangeran Evan dan Pangeran
Niver.
Diketahui Pangeran
Niver, pangeran kedua, berada di sebuah kastil di puncak Gunung Naga. Ia
dikutuk oleh Raja Abra, wajah tampan milik Pangeran Niver yang terkenal di
seluruh penjuru Negeri Yahsar dibuat hancur dan buruk rupa. Kini Pangeran Niver
selalu memaikai topeng dan tak pernah keluar dari Kastil Naga. Cara Pangeran
Niver untuk kembali ke keadaan semua ialah dengan mandi dengan darah naga yang
telah dibunuh oleh dewi penyelamat, Reina. Sementara Evan, dikutuk menjadi seekor
burung hantu, tak ada yang tahu di mana Pangeran Evan berada dan bagaimana cara
menyumbeuhkan kutukannya, hanya Pangeran Evan sendiri yang tahu.
Dodi yang terluka
kakinya, dibiarkan beristirahat di Kastil Kristal, hanya Reina dan Putih yang
pergi ke Gunung Naga. Reina dan Putih sampai di Gunung Naga, ia harus
mengalahkan Naga dan memberikan darahnya pada Pangeran Niver. Cara Reina
mengalahkan naga, yaitu dengan menusuk jantungnya menggunakan ujung bulu Putih.
Akhirnya Reina berhasil mengalahkan naga.
Sembari menunggu
darah mengucur dari tubuh naga, Putih memberi tahu bahwa dirinya adalah
Pangeran Evan yang dicari. Cara mematahkan kutukan Pangeran Evan adalah
berciuman dengan dewi penyelamat, yaitu Reina. Kemudian Reina mengecup di dahi
Putih. Hal tersebut membuat Putih berubah kembali menjadi wujudnya semua,
Pangeran Evan.
Setelah darah naga
penuh, Reina dan Evan membawa darah naga ke Kastil Naga. Di sana mereka bertemu
dengan Pangeran Niver yang mengenakan topeng besinya. Kemudian Pangeran Niver
mandi dengan darah naga tersebut, lalu wajah hancurnya kembali menjadi rupawan.
Bab
V
Reina kini bersama
para Pangeran Negeri Yahsyar, Evan dan Niver, untuk kembali ke Kastil Kristal bertemu
Ratu Iriana. Sesampainya di Kastil Kristal, Ratu Iriana langsung memeluk kedua
anaknya yang telah ia rindukan sejak lama. Suasana haru terjadi di sana.
Kini Ratu Iriana
bersama kedua pangeran kembali bangkit untuk melawan Raja Abra. Mereka memutuskan
untuk kembali ke wilayah timur, ke kastil para ilmuan, untuk menyusun rencana
sekaligus mengembalikan mutiara kekuatan.
Sesampainya di
sana, para ilmuan menyambut dengan gembira. Kemudian mereka mengadakan pesta
perayaan kembalinya Ratu Iriana, Pangeran Evan, Pangeran Niver, dan dewi
penyelamat yang sudah tiba.
Bab
VI
Pada malam hari,
selepas pesta, Reina tidak bisa tidur. Reina memutuskan keluar untuk menghirup
udara segar, sembari memikirkan rencana kedepannya bagaimana. Namun, tiba-tiba
Reina diculik paksa oleh Suku Albanian dan di bawa ke wilayah barat.
Di wilayah barat,
Reina dikutuk menjadi seekor lilliput dan di tepatkan di sebuah kendang burung
yang terkunci. Namun akhirnya dengan kepintaran dan keberanian Reina ia
berhasil keluar dan meminum ramuan untuk kembali ke ukuran tubuh asalnya.
Keluar dari ruangan itu ternyata Pangeran Evan telah datang menyusul dan telah
melumpuhkan puluhan Suku Albanian. Akhirnya, Suku Albanian ikut bergabung bersama
kubu Ratu Iriana untuk mengalahkan Raja Abra.
Kemudian kembali
lagi ke kastil para ilmuan, Reina dan Dodi masuk ke ruangan khusus untuk
melihat apa kekuatan sihir atau alat yang cocok untuk mereka. Dodi cocok dengan
ketapel, sedangkan Reina muncul kekuatan sihir dari dalam dirinya, yaitu
kekuatan Pysce, kekuatan gabungan empat wilayah utama Negeri Nasyhar.
Sementara itu sebelumnya Pangeran Evan telah memiliki keahlian pedang dan
Pangeran Niver memiliki keahlian memanah.
Ø Klimaks
Bab
VII
Kini kubu utara,
timur, dan barat telah bersatu untuk melawan wilayah selatan, pasukan Raja
Abra. Tepat di malam bulan baru, penyerangan ke wilayah barat dilakukan. Seluruh
pasukan utara, timur, dan barat telah mengepung Kastil Kegelapan. Namun
ternyata Raja Abra memiliki seorang putri, dalah dibalik segala kekuatan Kastil
Kegelapan, Medeia.
Pertumpahan darah
terus terjadi, Maste Joe terkena sihir kegelapan tepat di jantungnya yang
mengakibatkan ia kehilangan nyawanya. Persatuan pasukan utara, timur, dan barat
mulai terdesak. Akhirnya Ratu Iriana mengeluarkan senjara pamungkasnya, yaitu
air mata kristalnya. Seluruh kekuatan kegelapan masuk ke kristal itu, akhirnya
pasukan Raja Abra berhasil dilumpuhkan dan Raja Abra telah dibunuh oleh
Pangeran Niver.
Ø Resolusi
Bab VIII
Semuanya
bersukacita, kekuatan kegelapan telah leyap. Negeri Yahsyar kembali damai. Kini
saatnya Reina dan Dodi kembali ke dunianya, Ratu Iriana menunjukkan caranya,
yaitu dengan masuk ke Danau Kristal. Akhirnya Reina dan Dodi perlahan
menceburkan diri ke Danau Kristal dan kembali ke dunia nyata.
Reina dan Dodi
kini sudah kembali ke dunia nyata, jam Dodi kini kembali berfungsi. Mereka
terbangun di depan pondok tua tempat mereka beristirahat saat gerak jalan.
Cermin aneh itu kini sudah terpecah belah. Kemudian Reina dan Dodi kembali
menjalani aktivitas seperti biasanya.
Bab IX
Empat bulan
berlalu, petualangan di Negeri Yahsyar terasa seperti baru kemarin. Saat sedang
duduk di restoran, Reina dan Dodi kembali bercerita mengenai petualangan di Negeri
Yahsar. Tiba-tiba datang Pangeran Evan menyapa mereka. Pangeran Evan
memberitahuann bahwa Medeia, putri Raja Abra masih hidup, dan kini ia akan
menghancurkan dunia nyata.
Kehancuran di kota
benar-benar parah, ini diakibatkan Putri Medeia. Pasukan Pangeran Evan dan
Pangeran Niver datang untuk melumpuhkan Media. Namun, dalam peperangan tersebut
Pangeran Niver terbunuh oleh sihir kegelapan Medeia dan Dodi terbunuh karena
menghalau naga milik Medeia.
Peperangan yang sungguh
meneggangkan, namun akhirnya pasukan Pangeran Evan menang. Pangeran Evan serta
pasukannya harus kembali ke Negeri Yahsyar, mereka menaiki kapal sihir dari
dermaga. Pangeran Evan memberikan sebuah liontin rubi kepada Reina sebagai
kenang-kenangan dan berjanji bahwa ia akan mengunjungi dunia nyata suatu saat nanti.
Akhir cerita, Reina hanya menunggu di kursi
dermaga, tempat ia dan Pangeran Evan berpisah. Ia masih menunggu janji Evan
untuk bertemu kembali di tempat yang sama sembari memegangi liontin rubi
pemberian Evan. Namun, hingga akhir hayat Reina kedatanganan Evan tak kunjung hadir.
dari pemilihan tema,judul dan cuplikan ceritanya sangat menarik dan sudah cukup baik.
BalasHapusCerita nya sangat menarik, bahasanya mudah di pahami, kerangka novelnya sudah bagus
BalasHapus